Saatnya Acquisition Editor Berstrategi

MENJELANG akhir tahun ini mungkin menjadi saat-saat berat bagi sebuah institusi penerbitan. Pasalnya, sekarang menjelang awal tahun yang tidak biasa yaitu ditingkahi oleh aroma krisis ekonomi. Penerbit harus memutar otak bagaimana mengefisienkan biaya produksi dan operasional perusahaan di satu sisi. Di sisi lain perlu pula memikirkan kira-kira buku apa yang tepat diterbitkan saat krisis.

Dalam hal tersebut tidak pelak lagi dibutuhkan strategi penerbitan yang terukur dan terdefinisi jelas. Pilihan yang pasti apakah mengejar kuantitas judul atau memainkan strategi optimalisasi judul. Di sinilah pemikiran seorang acquisition editor (setingkat senior editor) dengan indera penciumannya bisa memprediksi judul-judul yang akan menjadi TOP penjualan pada periode 2009.

Seyogianya produk buku untuk 2009 sudah dimulai pada Oktober 2008. Dengan demikian, pada Januari 2009 aktivitas marketing buku baru sudah dimulai. Namun, ada juga penerbit yang baru menyusun strategi di November atau Desember. Jika demikian, asumsinya pada Januari 2009, penerbit masih mengandalkan judul-judul back list tahun sebelumnya atau penjualan sisa stock tahun sebelumnya.

Acquisition editor memang seorang yang berpikir strategik dalam soal pengadaan naskah dan pembinaan hubungan (networking) dengan sumber-sumber naskah. Dalam satu tahun periode penerbitan, ia memerlukan MAP. MAP boleh diasumsikan sebagai peta, tetapi bagi saya, MAP memiliki makna MENARIK – AMANAH – PENTING.

Konsep MAP akan menuntun jalan pengadaan naskah. Menarik menjadi unsur yang selalu dipertimbangkan dalam akuisisi naskah karena akan mendorong juga kreativitas pengemasan naskah. Amanah memuat unsur visi dan misi serta nilai-nilai yang dianut sebuah penerbitan atau sebuah buku. Penting mengandung unsur kebermanfaatan (benefit), kebutuhan, serta posisi strategis naskah bagi kemajuan atau peningkatan kualitas hidup masyarakat. MAP menjadi sebuah blue print awal bagi strategi akuisisi naskah.

Apa yang terjadi pada 2009? Saya tetap memandang optimis dalam dunia penerbitan buku karena jikalau industri buku kolaps, bangsa ini juga akan kolaps. Saat orang ingin survive pada masa krisis, orang pun tetap memerlukan petunjuk dan juga pencerahan. Mereka akan tetap membaca dan perlu membaca. Karena itu, masyarakat krisis akan butuh buku-buku yang bersifat: menghibur, memotivasi, memberi tahu, memberi peluang, memberi solusi, dan juga memberi pencerahan baru. Sangat mungkin buku-buku lama didaur ulang kembali untuk tampil dengan semangat baru pada zaman krisis.

Penerbit yang belum memiliki seorang acquisition editor, saat menjelang krisis inilah Anda penting memilikinya karena masalah penerbitan sebenarnya yang paling umum adalah pengadaan naskah, baik lokal maupun internasional. Di bawah acquisition editor terdapat associate editor yang bertugas lebih teknis memburu penulis dan mengakomodasi kebutuhan penulis agar naskah bisa selesai sesuai dengan deadline.

Apa kriteria untuk merekrut seorang acquistion editor? Berikut ini kira-kira persyaratan teknis seorang acquisition editor. Memahami tiga jenis naskah fiksi, faksi, dan nonfiksi; mampu menulis dan pernah menulis buku diutamakan; memiliki jaringan (networking) yang luas dari berbagai kalangan (tentu diikuti kemampuan berkomunikasi yang tinggi); menguasai public speaking; memahami proses penerbitan atau diutamakan pernah bekerja sebagai copyeditor atau jurnalis; memiliki intuisi yang baik (bisa dilihat melalui serangkaian tes, terutama wawasan perbukuan); mampu merancang dan mengelola sebuah program pengadaan naskah.

Intinya seorang acquisition editor memang seorang strategik yang menempati posisi midle management dalam sebuah institusi penerbitan. Di dalam penerbit yang relatif kecil, fungsi ini biasanya dirangkap oleh managing editor ataupun chief editor. Intuisi dan nalarnya terhadap naskah memang harus di atas rata-rata. Paling tidak dalam setahun ia bisa membukukan prestasi mampu mengakuisisi naskah best seller sejumlah sekurang-kurangnya 2 naskah (dengan asumsi ada satu naskah setiap semester).

Selamat berburu acquisition editor atau Anda berminat menjadi acquisition editor?

PENULIS adalah BAMBANG TRIM, Praktisi Buku Nasional

(www.bambangtrim.com)

One Response to “Saatnya Acquisition Editor Berstrategi”

  1. saya mahasiswa UNAIR sedang mengerjakan skripsi dengan tema “pengaruh editor dalam penerbitan editor dan dampaknya terhadap minat baca remaja” jika anda berkenan saya mohon bantuan untuk informasi mengenai editor. balas saya melalui email


Comments are closed.